Kamis, 13 November 2014



cuma mau berbagi cerpen yang baru dibikin. maaf kalo ga gitu bagus atau mengecewakan pembaca. maklum,masih pemula... hehe 


 Semilir angin memori
Hembusan yang menyejukkan pagi ini,membuatku teringat masa itu dan ingin mengulangnya kembali. Dia tak sengaja menjadi pengisi hatiku,tetapi  jarak sudah lama memisahkan kami. Dan kini aku menunggu sang waktu menagih janji untuk mempertemukan kami kembali. Aku masih menunggu saat itu datang.
Bila ku ingat, waktu itu..
“hei Laras,kok baru dateng?” tanya Rista,sahabatku.
“iya nih agak kesiangan. Tapi ga telat kan?”
“yaa tetep aja,hampir  telat tau. 3 menit lagi kan bel masuk.”
Tak lama kemudian Dafi pun lewat. Aku tepaku.
“eh kok bengong? Yuk ke kelas.”
“Oh,hmm.. eh i.. iya ke kelas yuk”
“kok jadi gagap gitu,hayo kenapa?”
“ah engga kok. Gapapa. Lupakan.”
                                                          ***
“Hhh apa aku sudah gila? Kenapa juga aku seperti itu? Apa aku menyukainya?aneh  sekalil diriku akhir-akhir ini. Aku mulai memperhatikannya. Tapi kenapa? Kok bisa?” gumamku dalam hati

Jika memang begitu aku harus melupakannya. Aku ingin fokus belajar.
“laras,ini bukunya ketinggalan pas tryout kemaren.” Kata dafi
“Oh iya, makasih ya”
Dafi  pun pergi.
Hhh bagaimana bisa aku menyukai orang seperti itu?
                                                ***
Di kamarku yang sepi ini,di tengah keheningan malam,aku ingin belajar. Besok tryout IPA. Aku ingin latihan soal dulu. Ok, soal pertama :
Sebuah bola basket degan berat 0.5 kg jatuh dari ketinggian 2 m. berapakah energi potensialnya?
Oh iya,tadi dafi keren banget maen basketnya. Eh,kok jadi dafi sihbukannya ngerjain. Ngarang dulu ah.
                                      HARI BARU
Kau bagaikan bintang di malam hari
Yang akan bersinar setelah mentari datang
Dari sekian banyak bintang
Entah mengapa aku hanya menyukai satubintang,yaitu dirimu
Dan entah mengapa aku hanya tertarik oleh cahaya yang dikeluarkan oleh satu bintang,yaitu  dirimu
Oleh karena itu.
Ijinkanlah
Ijinkanlah aku untuk merekammu ke dalam memoriku
Dan ijinkanlah aku untuk melukiskanmu
Melukiskanmu di dalam hatiku
Sebelum semua berrakhir
Aku ingin memandangmu, walau sekejap
 Aku ingin menikmati indahnya cahayamu walau sekejap
Nanti.. setelah kau menghilang..
Setelah mentari datang
setelah itu semua
aku ingin menghapus semua perasaanku untukmu..
ku harap menghapus perasaan ini seperti memadamkan cahaya lilin
yang sekali tiup langsung padam
dan..
aku ingin memulai hari yang baru
dengan lembaran yang baru
tanpa dirimu..

hhh akhirnya lega juga. Ih, kok aneh . LKS nya kok tidak seperti punyaku.  Tunggu,mengapa ini namanya DAFI AHMADI!! Oh tidak,punyaku tertukar. Pasti saat di kelas kemarin tertukarnya.
                                                ***
“maaf ya kemarin aku terburu-buru, jadi salah ambil” kata Dafi
“iya gapapa kok,yang penting sekarang udah dibalikin”
Walaupun kelihatannya biasa saja tetapi sebenarnya aku gugup. Hhh apa yang harus ku lakukan?
“hmm laras, nanti kita belajar kelompok yuk. Hari minggu mungkin di rumahku, ajak yang lain juga.”
“maaf ya, aku ragu. Sepertinya aku ada acara”
Oh, apa yang ku lakukan, aku berbohong. Mengapa mulutku mengeluarkan kata-kata seperti itu.
“oh ya sudah”
“maaf ya”
“iya gapapa kok”
                                                          ***
Hari-hari selanjutnya pun berlanjut dengan memperhatikan Dafi dari jauh. Sungguh menyedihkan. Hingga tak terasa kini adalah hari terakhir UN, dan kami memakai jas almamater. Dan aku sudah selesai mengerjakan ujian. Kini sekarang tinggal pulang.
Hhh, Dafi pun lewat.
“Dafi kesini sebentar”
Dafi pun menghampiriku. Aku mulai gugup. Hembusan angin menghampiri.  Aku memasukkan kertas ke kantong kanan bawah jas almamaternya.
“Ih,apaan nih yang dimasukin?” tanya Dafi bingung.
“udah baca aja”
Dafi membacanya. Dia sepertinya kaget. Memang kertas itu bertuliskan “I’m sorry. actually, I’m your secret admirer”
Aku pun pergi. Tak lama kemudian, Dafi memanggilku.
“laras!”
Aku pun menghentikan langkahku
“I’m too. Actually, I’m your secret admirer.”
Sontak aku kaget. Mengapa bisa seperti ini?
Selama beberapa detik,kami saling menatap. Semilir angin pun menghampiri. Tetapi hari itu adalah hari terakhir aku melihatnya. Karena keesokan harinya aku pindah rumah, dan tanpa mengikuti acara perpisahan. Meninggalkan Jakarta untuk ke tempat yang baru,Kendari. Itu adalah hal terberat yang pernah aku lakukan.
                                                ***
Akhirnya aku sudah menyelesaikan masa SMA-ku. Kini aku libur panjang sambil menunggu masuk ke perguruan tinggi. Akhirnya aku kembali ke Jakarta setelah tiga tahun ku meninggalkannya. Kini aku sedang menuju toko yang dulu sering ku kunjungu. Pagi ini semilir angin yang menghampiri sungguh menyejukkan. Tak lama kemudian sosok yang pernah ku kenal pun muncul. Pertemuan yang tidak terduga.
“hey Dafi,apa kabar?”
“baik kok. Dan yang pasti perasaan tiga tahun yang lalu belum berubah.”
“ah,sama dong”
Dan akhirnya kami saling menatap untuk beberapa lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar