cuma mau berbagi cerpen yang baru dibikin. maaf kalo ga gitu bagus atau mengecewakan pembaca. maklum,masih pemula... hehe
Semilir
angin memori
Hembusan yang menyejukkan pagi ini,membuatku
teringat masa itu dan ingin mengulangnya kembali. Dia tak sengaja menjadi
pengisi hatiku,tetapi jarak sudah lama
memisahkan kami. Dan kini aku menunggu sang waktu menagih janji untuk mempertemukan
kami kembali. Aku masih menunggu saat itu datang.
Bila ku ingat, waktu itu..
“hei Laras,kok baru dateng?” tanya
Rista,sahabatku.
“iya nih agak kesiangan. Tapi ga telat
kan?”
“yaa tetep aja,hampir telat tau. 3 menit lagi kan bel masuk.”
Tak lama kemudian Dafi pun lewat. Aku
tepaku.
“eh kok bengong? Yuk ke kelas.”
“Oh,hmm.. eh i.. iya ke kelas yuk”
“kok jadi gagap gitu,hayo kenapa?”
“ah engga kok. Gapapa. Lupakan.”
***
“Hhh apa aku sudah gila? Kenapa juga
aku seperti itu? Apa aku menyukainya?aneh
sekalil diriku akhir-akhir ini. Aku mulai memperhatikannya. Tapi kenapa?
Kok bisa?” gumamku dalam hati
Jika memang begitu aku harus
melupakannya. Aku ingin fokus belajar.
“laras,ini bukunya ketinggalan pas
tryout kemaren.” Kata dafi
“Oh iya, makasih ya”
Dafi
pun pergi.
Hhh bagaimana bisa aku menyukai orang
seperti itu?
***
Di kamarku yang sepi ini,di tengah
keheningan malam,aku ingin belajar. Besok tryout IPA. Aku ingin latihan soal
dulu. Ok, soal pertama :
Sebuah bola basket degan berat 0.5 kg
jatuh dari ketinggian 2 m. berapakah energi potensialnya?
Oh iya,tadi dafi keren banget maen
basketnya. Eh,kok jadi dafi sihbukannya ngerjain. Ngarang dulu ah.
HARI
BARU
Kau bagaikan bintang di malam hari
Yang akan bersinar setelah mentari
datang
Dari sekian banyak bintang
Entah mengapa aku hanya menyukai
satubintang,yaitu dirimu
Dan entah mengapa aku hanya tertarik
oleh cahaya yang dikeluarkan oleh satu bintang,yaitu dirimu
Oleh karena itu.
Ijinkanlah
Ijinkanlah aku untuk merekammu ke
dalam memoriku
Dan ijinkanlah aku untuk melukiskanmu
Melukiskanmu di dalam hatiku
Sebelum semua berrakhir
Aku ingin memandangmu, walau sekejap
Aku ingin menikmati indahnya cahayamu walau
sekejap
Nanti.. setelah kau menghilang..
Setelah mentari datang
setelah itu semua
aku ingin menghapus semua perasaanku
untukmu..
ku harap menghapus perasaan ini
seperti memadamkan cahaya lilin
yang sekali tiup langsung padam
dan..
aku ingin memulai hari yang baru
dengan lembaran yang baru
tanpa dirimu..
hhh akhirnya lega juga. Ih, kok aneh .
LKS nya kok tidak seperti punyaku.
Tunggu,mengapa ini namanya DAFI AHMADI!! Oh tidak,punyaku tertukar.
Pasti saat di kelas kemarin tertukarnya.
***
“maaf ya kemarin aku terburu-buru,
jadi salah ambil” kata Dafi
“iya gapapa kok,yang penting sekarang
udah dibalikin”
Walaupun kelihatannya biasa saja
tetapi sebenarnya aku gugup. Hhh apa yang harus ku lakukan?
“hmm laras, nanti kita belajar
kelompok yuk. Hari minggu mungkin di rumahku, ajak yang lain juga.”
“maaf ya, aku ragu. Sepertinya aku ada
acara”
Oh, apa yang ku lakukan, aku
berbohong. Mengapa mulutku mengeluarkan kata-kata seperti itu.
“oh ya sudah”
“maaf ya”
“iya gapapa kok”
***
Hari-hari selanjutnya pun berlanjut
dengan memperhatikan Dafi dari jauh. Sungguh menyedihkan. Hingga tak terasa
kini adalah hari terakhir UN, dan kami memakai jas almamater. Dan aku sudah
selesai mengerjakan ujian. Kini sekarang tinggal pulang.
Hhh, Dafi pun lewat.
“Dafi kesini sebentar”
Dafi pun menghampiriku. Aku mulai
gugup. Hembusan angin menghampiri. Aku
memasukkan kertas ke kantong kanan bawah jas almamaternya.
“Ih,apaan nih yang dimasukin?” tanya
Dafi bingung.
“udah baca aja”
Dafi membacanya. Dia sepertinya kaget.
Memang kertas itu bertuliskan “I’m sorry. actually, I’m your secret admirer”
Aku pun pergi. Tak lama kemudian, Dafi
memanggilku.
“laras!”
Aku pun menghentikan langkahku
“I’m too. Actually, I’m your secret
admirer.”
Sontak aku kaget. Mengapa bisa seperti
ini?
Selama beberapa detik,kami saling
menatap. Semilir angin pun menghampiri. Tetapi hari itu adalah hari terakhir
aku melihatnya. Karena keesokan harinya aku pindah rumah, dan tanpa mengikuti
acara perpisahan. Meninggalkan Jakarta untuk ke tempat yang baru,Kendari. Itu
adalah hal terberat yang pernah aku lakukan.
***
Akhirnya aku sudah menyelesaikan masa
SMA-ku. Kini aku libur panjang sambil menunggu masuk ke perguruan tinggi.
Akhirnya aku kembali ke Jakarta setelah tiga tahun ku meninggalkannya. Kini aku
sedang menuju toko yang dulu sering ku kunjungu. Pagi ini semilir angin yang
menghampiri sungguh menyejukkan. Tak lama kemudian sosok yang pernah ku kenal
pun muncul. Pertemuan yang tidak terduga.
“hey Dafi,apa kabar?”
“baik kok. Dan yang pasti perasaan
tiga tahun yang lalu belum berubah.”
“ah,sama dong”
Dan akhirnya kami saling menatap untuk
beberapa lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar